Pages

Subscribe:

kamera

Jumat, 17 Januari 2014


“Terukir dalam kesederhanaan”
By kukun

Cinta itu seperti cerita dalam suatu buku fiksi. Tak nyata namun dapat dirasakan. Dan terkadang jadi bayangan bagi siapa saja yang mencoba menyangkalnya, meski mau berlari sejauh apapun tetap saja ia akan hadir tanpa adanya undangan dari kita. Cinta tak mengenal kata logika. Bisa terjadi pada siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Ia menggila dengan caranya sendiri. Tanpa kita ketahui dia telah hadir dalam seluruh bagian hidup kita, salah satu hal tentang cinta yang kurasakan telah hadir dalam hidupku adalah sederhana…. Cinta sederhana yang hanya menyajikan kasih sayang , tulus dan pengertian serta kepercayaan. Namun cintaku juga merupakan hal yang tak logic.. but It’s ok!! Cintaku hanya merupakan sebuah gambaran persahabatan, perhatian, kepercayaan dan kasih sayang layaknya seorang kakak adik. Yeah, that’s right,,, cintaku tak berakhir dalam suatu hubungan yang disebut kekasih selayaknya cerita cinta yang lain.

Namaku adalah samudra, seperti dengan arti sesungguhnya yang berarti luas. Aku dilahirkan dengan harapan memiliki tekad, niat dan kesabaran seluas samudra serta kelapang dadaan yang tak pernah habis. Itulah yang diharapkan dariku. Dan sepanjang perjalananku sampai sekarang hal itu cukup berhasil dan berpengaruh dalam hidupku, hingga suatu hari,,,,,
Jam dindingku sudah menunjuk ke angka 02.39 am, sudah hampir menjelang subuh beberapa jam lagi namun aku masih berkutat dengan laptop dan hpku yang keduanya sama sibuknya dengan ketikan-ketikan pesan singkat dan chat yang sebenarnya isinya sekedar lelucon dan ejekan satun sama lain antara aku dan lawan chatku. Kami berdua memang memiliki selera jenaka yang sama kamipun memiliki hobi, makanan favourite dan kebiasaan yang hampir sama pula, meski kenyataan kami berbeda umur dengan jarak aku 2thn lebih tua dan kebudayaan serta agama yang berbeda. Lawan chatku adalah shin hyun woo. Dia berkebangsaan korea selatan. Dia pernah cerita bahwa dia berasal dari changwoon korea selatan. Dan singkat cerita paman dia menikah dengan orang Indonesia dan iapun memilih ikut pindah ke negaraku untuk melanjutkan pendidikan.memang akan sangat aneh kedengarannya karena kita tahu bahwa pendidikan di korea jauh lebih baik dan lebih maju juga negaranya. Well, aku dan hyun woo sama2 punya masalah dalam keluarga yang memaksa kami kabur dari rumah. Seperti halnya hyun yang lebih memilih tinggal bersama paman dan bibinya akupun tak tinggal bersama keluargaku. Aku lebih memilih ngekost dan mencari pekerjaan sendiri untuk menghidupi diriku. Sebenarnya untuk remaja seumuranku haruslah lebih memikirkan sekolah tapi apa boleh buat aku sudah memiliki tekad untuk merubah hidupku sendiri, namun meski begitu aku tidak putus sekolah malah aku sering dapat prestasi di sekolahku. Kembali kepercakapanku dengan hyun woo..
“jadi apa yang sedang kau lakukan sam??” Tanya hyun padaku.
Hyun memang anak yang cerdas. Dia menguasai 4 bahasa dari 4 negara yaitu korea bahasa ibunya, Indonesia, jepang dan india. Diapun begitu unik dengan menyukai semua budaya yang ada di empat Negara tersebut bahkn dia suka nonton film india.
“ aku sedang mengobrol shin hyun woo…..!!!!” jawabku dengan penekanan di belakang kalimat yang dibuat buat.
“mengobrol dengan siapa?? Mengapa kau tidak memberitahuku kalau kau sedang ada teman???” tanyanya kembali..
“hahahahahaaa… kau ini bagaimana adik kecilku… aku kan sedang mengobrol denganmu sekarang.. hahahaha!!!” aku merasa geli dengan kepolosan dia.
“ (  ) kau ini sammy mengapa kau ini senang sekali bercanda hah??? Apa waktumu hanya dihabiskan untuk tertawa ya….. pasti sangat menyenangkan jika aku bisa selalu dekat denganmu..”
“ kitakan memang sudah dekat brother, don’t forget to our promise! We will be together when we have graduate from our school. Remember?? I’m not patient to wait that moment.. hehehehhe” jawabku
“ ya aku sudah ingin sekali menghabiskan waktu dengnmu my dearest brother samudra!! Umm. Bagaimana liburan nanti aku berkunjung ke tempatmu.?? Bali ke solo tidk terlalu jauh bukan??”
“ tidak jika kau punya pintu kemana saja milik doraemon. Hahahahahaa”
“Sammy….!!! Kau ini aku sedang berbicara serius!”
“ah iya-iya kau boleh kok berkunjung ketempatku. Tapi kau menginap di hotel tempatku bekerja saja yah soalnya aku merasa tidak enak jika harus membawa kau ke kost ku yang berantkan, kamu kan dirumah puny segalanya, masa aku bawa kau inap di tempatku yang tak pantas huni..”
“sam, apa kau lupa alasan kita berteman baik ? dan bahkan aku sudah menganggapmu seperti kakakku sendiri, tapi kau masih bisa berbicar seperti itu??!! Sam aku hanya ingin bersamamu…. Aku tak mau kita selalu meihat kebelakang, aku ingin kita berjuang bersama.”
Aku tersenyum sendiri membaca pesan darinya, memng dia mahluk yang sangat baik dan manis, meski dia dua tahun lebih muda dariku tapi dia punya pemikiran yang luas dan aku bangga padanya serta kagum. Dia jugalah yang selama ini telah member semangat kepadaku. Oh Tuhan terimakasi sudah mengirimkan malaikat kepadaku.

Manisnya sebuah persahabtan itu seperti permen lollipop, dipenuhi warna yang berbeda namun enak dipandang karena warna-warnanya berpadu menjadi satu dengan cantik, dan rasanya pun manis semanis persahabatanku dengan shin hyun woo. Persahabatan dua budaya, dua kepercayaan, dan dua manusia yang memiliki kepribadian masing2. Dunia tampak lebih baik bagiku, karena setahuku dunia itu egois dan jahat. Akan tetapi tidak dengan persahabatan kami. Kami bertahan dan saling mendukung satu sama lain.
Every single smile that I have just because of our friendship. I don’t know what it is actually… I love him more than just friend. We r best friend, but in my deep inside told that there’s something more .
Hari dimana aku dan hyun selalu bersama sangatlah berkesan manis bagi kami berdua. Sepekan yang membuat semua jadi tampak berbeda dan menjelaskan arti yang sesungguhnya tentang kami berdua. Yang awalnya aku tak pernah menyadarinya hingga kami benar2 bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
“sam, aku sudah tidak sabar untuk menjelajahi kotamu yang indah ini. Jadi kau akan mengajakku kemana dulu?? Ketempat kau sering nongkrong atau mungkin ketempat kau bekerja juga boleh hehehe..”
“ waduh hyun klo nongkrong mah tinggal di wc aja…. Hahahaaahaaa”
“ hadewwww kau ini yah dasar wajah jenaka gak pernah berhenti bercanda… jjaejeung!!!” dia mendengus dengan kesal.
“ hahahaha kau lucu sekali hyun macam badut ketimpa bongkahan batu besar…. Huwahahahahaahaa manyun gitu lagi mukanya, awas lo tar cakepnya ilang… wkwkwkwk” aku menoel hidungnya dengan sayang.
“ haisssttt Sammy… stop that! Hidungku ini barang antik jadi jangan asal menyentuhnya…. Wekkzzz”
Dia tampak lucu sekali jika sedang bertingkah seperti itu… aku jadi sangat menyayanginya.
“ok, yang mulia kita jalan2 ke taman kota yah,, hmm pasti banyak cewek2 yang menjerit nanti kalau lihat kamu. Secara aku bawa turis korea gitu…. Huwaahahhaha. Wah mending nanti kamu aku jual aja sama para fans nya k-pop. Hihihihihi”
“ Sammy sudah jangan bercanda terus.. kau ini awas yah nanti kau juga kujual ke tante2 girang., kan kamu laku banget sama mereka…” katanya dengan nada kesal yang terkesan membuat wajahnya makin imut.
Seperti biasa taman merupakan tempat yang pas untuk memadu kasih antara dua insan yang sedang pacaran. Di ujung sana sini banyak sekali pasangan yang sedang memadu kasih. Tapi lain denganku dan hyun kami berdua memang berjalan berdua di taman ini tapi kami tidak pacaran kami adalah sepasang sahabat yang saling memadu tali kasih persahabatan. Lagi pula apa kata dunia jika kami berpacaran, kami sama2 berjenis kelamin sama. Dan tak ada satupun ajaran agama yang membenarkan hubungan tersebut.
“sam, disini banyak sekali orang lagi pacaran,, umm bagaimana jika kita pacaran juga seperti mereka?? Pasti seru sekali yakan?? Di fb aja status kita bertunangan sudah bikin heboh teman2 dunia maya apalagi jika beneran psti lebih menyenangkan.”
Waooo … dengan polosnya hyun mengatakan hal itu. Aku tau dia hanya ingin membuat lelucon seperti yang kami buat di facebook. Tapi sungguh entah kenapa aku merasa senang sendiri dengan ide dari hyun.
“ umm boleh juga, pasti cewek2 yang lagi pada liatin kamu langsung pada kecewan deh… hahahahaha”
“wah iya kamu benar sam. Ini bakal jadi sangat menyenangkan!! Ayo sini kau gandeng tanganku dengan mesra yah….”
Akupun langsung menggandeng tangan hyun dengan mesra dan tak lupa sesekali aku mencium keningnya sambil berjalan mengelilingi taman .
“syang kamu haus gak?? Aku beliin minum yah?” kataku pada hyun ketika kami berhenti didepan gerombolan cewek2 yang sedari tadi liatin kami. Dan bias ditebak wajah mereka langsung melotot seperti melihat hantu disiang hari. Salah satu dari merekapun akhirnya angkat bicara.
“astaga naga,,, dunia itu dah gila toh mas??? Masa cowok cakep dan manis seperti kalian pacaran sih mas??? Mubazir kalo kata saya itu mas. Hla mbok masnya yang cakep sama sya aja nih loh masi jomblo ting ting…”
“iya mas, adeknya yang muka unyu ini juga sama saya ajah. Asli mana sih? Kok mukanya korea gitu macam artis korea loh… heheheh imutnya….”
“hahahahahhahah……” tak bias ditahan lagi aku dan hyunpun langsung ngakak ditempat…. Dasar mereka cewek2 centil..
“ehem… mbak2 yang cantik tapi centil,, pacar saya ini emang orang asli korea. Hehe jadi maklum imut dan unyu saya aja nempel terus ya nggak sayang?” kataku sambil memeluk hyun dengan erat dari samping
“waduh…… gaswat tuh mas.. mubazir banget ni masnya berdua…. “ kata seorang cewek berkacamata.
“bye cewek2 centil aku mau bawa pacarku yang unyu2 ini jalan dulu yah.. heheheh”
“ eh tunggu mas minta no kalian berdua donk……” teriak mereka yang tak kuhiraukan karena aku dan hyun sudah pergi sambil ketawa2 akibat ulah yang kami perbuat barusan

Dinginnya angin malam membuat suasana sepi jadi mencekam, namun tidak bagi kami berdua. Kami sedang asyik memandangi indahnya langit malam yang penuh dengan cahaya. Kami memang senang melihat langit malam. Kamipun sering melakukannya di tempat kami masing. Nah sekarang bedanya kami bias meliatnya langsung berdua tanpa dibatasi jarak seperti biasanya dimana kami hanya membagi cerita tentang langit malam lewat chat.
“sam, aku senang sekali bisa bertemu denganmu dan menghabiskan mala mini dengan melihat bintang dan bulan bersama.” Katanya dengan senyum yang menyejukkan. Hyun memang suka bulan dan aku sendri mengagumi bintang dan keduanya satu paket keindahan seperti kami berdua
“hyun lihat kan bintang2 dan bulan diangit sana. Mereka seperti satu paket yang sangat menawan seperti manisnya persahabatan kita. Aku ingin selalu seperti ini hyun. Aku gak mau sang rembulan bersinar sendiri tanpa kehadiran para bintang dan begitu juga bintang2 butuh sesuatu yang menerangi malam seperti rembulan”
Entah mengapa aku malah menangkap raut kesedihan diwajahnya malam itu, melihat itu membuat hatiku resah. Seperti sakit, seakan aku akan kehilangan dia.
“he, apa yang kau pikirkan hyun??? Mengapa raut wajahmu seperti itu? Jelek tauk macam maklampir…”
“eh, tidak kok sam. Cuma,, eh maklampir apa yah??? Semacam badut atau apa??”
“hadewww, kau ini hyun dasar. Wajar sih di korea kan gak ada maklampir yang super sensasi. Hahahahaha”
“ terserah kau sajalah Sammy… dasar cowok gila!!”
“eh, aku gila kan karena ketularan kamu. Kamu tuh pembawa virus gila….’’
Hahahahhaha
Malam itu kami habiskan dengan banyak canda tawa. Sepekanku bersama dia sangatlah membuat hidupku kembali berwarna setelah sekian lama aku membeku tanpa pernah merasakan lagi hangatnya kebersamaan. Aku pikir hari itu bakal jadi permulaan indahnya hari2ku bersama hyun kedepannya. Ternyata semua itu salah.

Bagiku bulan itu indah namun dia tak pernah setia, tak bisa ditebak, dan selalu senaknya sendiri. Selaluberubah bentuk dan warna yang tak aku mengerti. Namun meski hyun sangat menyukai rembulan dia tak pernah berubah sedikitpun. Hyun tetaplah yang aku kenal. Sosok malaikat yang selalu memberiku semangat. Fighting sam!! Itulah kata2 yang selalu ia ucapkan padaku. Namun lainnya dengan diriku. Hyun selalu mengatakan bahwa aku memang mirip dengan bintang. Aku bercahaya seperti bintang dilangit yang selalu membuat tiap orang yang melihatnya merasa nyaman. Tapi entah aku tak pernah merasakan hal itu. Setahuku aku adalah pribadi yang egois dan keras kepala. Hanya pada hyunlah aku bisa melunak dari sifatku itu.
Semenjak hyun kembalin lagi kerumah pamannya kami hanya bisa berkomunikasi lewat telephone maupun media social. Meski begitu komunikasi kamipun mulai jarang. Karena kami disibukkan dengan ujian dan tes disekolah masing2. Hingga pada pertengahan desember hyun member kabar bahwa dia harus kembali kekorea dikarenakan ibunda hyun sakit keras. Dan aku hanya bisa ikut berdoa serta menyemangati hyun agar tetap tersenyum.
“hyun, tetaplah tersenyum apapun yang terjadi,, aku akan ada untukmu”
“Sammy….. terimakasih. Aku menyayangimu sam”
Manisnya sebuah ikatan yang menydarkan aku akan diriku yang terjatuh lemah tak akan aku lepaskan begitu saja. Siapapun yang sudah berhasi memasuki hidupku akan selalu aku perjuangkan.
Sebuah kepercayaan yang sudah terbangun dengan kokoh tak akan bisa luntur begitu saja. Meski diterpa ombak besar sekalipun tak akan roboh dengan mudah. Seperti halnya kepercayaanku dan rasa sayangku ke hyun bagai batu karang, apapun yang terjadi aku aka nada untuk dia. Meskipun aku tak tahu mengapa tetapi bagiku hyun sangat berarti jauh di lubuk hatiku. Hingga pada suatu ketika semua mulai diuji. Tepatnya kesetiianku yang diuji.
Terrttttt….terrrttt hpku bergetar tanda ada sms. Kubuka pesan yang ternyata dari hyun dan pesan itu membuatku agak terkejut
“sam….. semua yang kau berikan padaku sangatlah berarti bagiku. Kau orang yang baik. Dan aku hanya orang yang lemah dan jahat. Sam… aku ingin kau berhenti menghubungiku. Lupakan aku sam. Jauhi aku. Aku tak ingin berteman denganmu lagi. Aku ingin kita tak saling mengenal!!!”
“maksud kamu apa hyun??? Kamu kenapa?? Aku maaf hyun woo aku gak bisa!! Aku udah janji bakal ada disampingmu terus… aku gak bisa penuhin permintaan kamu yang ini!!!” balasku dengan kesal.
“sam. Aku bilang jauhin aku!! Aku gak mau kenal kamu lagi!!”
“sejahat itukah kamu hyun dengan membuangku begitu saja???”
“ya.! I’m a bad boy!! So stayed away from me ALFIAN SAMUDRA!!!”
“NO!! I knew who u are….. I won’t do that. I’ll stay even u hate me!!”
“no, don’t!! please remove all about me”
Meski hyun terus mengusirku dan menyuruhku melupakan dia tapi aku tak pernah menyerah karena aku tak menemukan alas an yang tepat darinya mengapaa aku harus pergi… berminggu minggu aku terus menghubunginya dan bertanya dengan pertanyaan yang sama MENGAPA??? Tapi dia sama sekali tak menggubrisku hingga pada minggu ke lima
“ hyun apa salahku? Apa aku tak pantas menjadi orang yang peduli padamu??? Seburuk inikah aku??? Hingga semua orang tak menginginkan aku. Bahkan sekarang kau mengusirku dari hidupmu. Kenapa??”
Selang beberapa menit kemudian aku mendapat jawaban darinya
“tidak sam,, ini bukan salahmu. Ini aku sam bukan kamu!!”
“tapi kenapa,???? Dengar hyun apapun yang terjadi aku akan terus ada untukmu. Aku tak akan pergi sedikitpun.!!!”
“Sammy……….. kenpa kau harus seperti ini!!??? Kau memang saudaraku yang selalu kusayangi… Sammy aku lakukan ini karena aku tak ingin menyakitimu sam. “
“kenapa??? Aku tak pernah merasa tersakiti olehmu. Aku menyayangimu hyun. “
“sam, aku telah membohongimu sam, juga diriku sendiri. Aku tak akan bisa lari dari kenyataan sam…”
Seketika itu juga aku tak tahan. Aku pencet tombol call pada hpku dan tak lama kemudian terdengar nada tunggu di hpku
“iya sam… hikssss”
“astaga!! Kau kenapa hyun???”
“sammmy……. Hiks hiks hiks”
“ tenangkan dirimu dulu. Aku bakal ada untuk kamu. Ceritalah. Tumpahkan semua”
“Sammy… aku dari kecil sakit sam. Jantungku lemah. Dan kata dokter hikssss aku sudah tak lama lagi sam… Sammy aku gak bisa bersama kamu lagi sam…. Aku gak punya waktu lama lagi”
Mendengar itu rasanya aku seperti kena sengatan listrik yang membuatku tak sadarkan diri.
“Sammy… hiks”
suara hyun membangunkanku dari lamunan
“dengar hyun.. semua bakal baik2 saja,. Kita bakal laluin ini. Kamu pasti bisa berjuang. Aku ada untukmu hyun. Lagipula belum tentu kamu… semua ada di tangan Tuhan. Dokter tak bisa memastikan umur seseorang. Aku bakal berdoa untuk dirimu. Dan kamu harus ingat kamu harus berjuang untuku!!”
Entah mengapa aku merasa sangat-sangat ingin hyun berjuang melawan penyakitnya sedangkan sisi diriku yang lain mengatakan seharusnya ini tak terjadi pada sosok mahluk sebaik dia. Dia begitu dicintai dan punya masa depan yang bagus, sedangkan aku…. Aku yang tak pernah diharapkan ada oleh keluargaku kenapa bukan aku yang mengalaminya……
Serasa aku ingin menggantikan posisi dia. Aku terus menyemangatinya memeberi dia nasehat dan saran. Aku tak mau kehilangan satu2nya orang yang mengerti aku.
Suasana hening mala mini tak kuhiraukan karena aku sendiri berkutat dengan hp. Meski sudah larut malam tapi aku terus saja bertukar pesan dengan hyun.
“sam, besok aku akan melakukan operasi. Kata dokter kemungkinan berhasil 30% tetapi aku tetap ingin semangat seperti kata2mu.. aku menyayangimu sam. Aku tak mau meninggalkanmu dalam kesendirian.”
Entah kenapa pesan dari hyun ini sangat berarti untukku, aku seakan mengalami sakit hati yang dalam
“hyun, semua akan baik2 saja, kamu akan melewatinya dan kita bisa bercanda lagi.”
“iya sam, aku akan berjuang…. Terimakasih sudah berada disisiku selama ini”
“fighting!! …”
“ya fighting sam……. Hehe”
Keesokan harinya aku sudah harus bangun pagi2 karena aku ada test yang harus diikuti, dan siangnya aku sudah disibukan dengan acara lomba menulis kanji yang diselenggrakan di suatu universitas di daerahku. Suasana lomba sangatlah meriah karena banyak partisipasi dari setiap perwakilan sekolah menengah atas dan juga para suporternya. Siangnya aku dan teman2ku pergi untuk nonton dan makan. Setelahnya kamipun pulang dengan sangat kelelahan, saat aku baru mau beranjak mau tidur aku baru teringat untuk mengambil hpku yang aku onggokkan seharian karena aku tinggal dikamar. Saat kubuka betapa terkejutnya aku begitu banyak miscall dan sms dari hyun.
10.00 am “ sam kamu sedang apa. Kamu ingat kan hari ini aku akan di operasi jam 7 malam nanti..”
10.15 am “ sam apa kau sedang sibuk atau masi tidur??”
11.47am “ sam aku ingin bicara denganmu sebelum aku dioperasi. Aku takut sam……”
12.08 pm “ sam aku sangat merindukan suaramu….”
12.15 pm miscall
12.20 pm miscall
13.32 misscall
13.40 misscal
14.00 pm “Sammy…. Kamu sedang apa???”
………………………………..
…………………..
……………..
……..
Sms terakhir pukul 17.08 pm “ Sammy aku sangat menyayangimu. Meskipun kau belum sempat membalas sms ku. Aku hanya ingin minta doamu sam. Aku mau dioperasi… sam jaga dirimu baik2, jangan lupa makan, tetap senyum yah… sayang kamu”
Mataku terbelalak membaca tiap sms darinya. Dengan cepat kutekan tombol call pada nomor hyun namun alhasil mesin suara menjawab bahwa nomor hyun tidak aktiv. Berulang kali aku tlp namun hasilnya tetap sama hingga aku akhirnya tertidur dengan hp ditangan.
Keesokan paginya aku terbangun karena bunyi hapeku. Kuirik jam dinding menunjukan pukul 9 pagi. Kulihat layar hp ternyata nomor hyun yang menelepon. Segera kuangkat…
“hyun gimana operasimu?? Maafkan aku kemaren aku banyak sekali acara dan hp tertinggal dikamar. Bagaimana keadaanmu dan perasaanmu setelah operasi?? Hyun apa kau baik2 saja?? Kau tak marah kan dengan kejadian kemaren??”
Tak juga kudengar jawaban akupun mau memulai sodoran pertanyaan lagi “hyun apa kau masi ma…..”
Saat sudah mau kutanyai lagi terdengarlah suara seorang menjawab namun aku tau itu bukan suara hyun
“maaf apa ini samudra??”
“eh iya. Saya samudra, ini siapa yah hyun mana?? Apa dia baik2 saja bagaimana operasinya?”
“em…. Hyun ada kok disampingku…….”
“eh mana bisa aku bicara dengannya??”
“maaf samudra hyun tidak bisa mengangkat telephonemu”
“ kenapa?? Apa dia marah karena seharian kemaren aku tak menjawab dan membalas telephonnya?”
“tidak, bukan itu hyun sudah tidak bisa berbicara lagi denganmu, denganku dan dengan siapapun didunia ini.”
“eh, apa maksud kamu… kenapa bicara seperti itu??? Siapa kamu???’’ entah kenapa suaraku jadi serak sperti kehilangan sesuatu karena kudengar saat dia bicara tadi nada suaranya berubah sedih
“hyun sudah tak bersama kita lagi sam, dia sudah tenang. Aku teman sekolahnya hyun. Sekarang aku lagi duduk disamping jenazah hyun. Aku disuruh membuka hp hyun sama pamannya katanya hyun puny sahabat pena yang jauh. Yaitu kamu. Paman hyun ingin aku bicara padamu sam…. Hyun sudah tak bersamakita lagi. Kamu harus ikhlas..”
Seketika kujatuhkan hpku begitu saja, aku masi syok akan kejadian ini. Ingatanku akan semua tentang hyun seperti terulang kembali seperti rekaman yang diputar ulang… setelahnya semua jadi gelap….
Aku bangun dalam gelap dan terseok2 untuk melangkah dalam hidup karena begitu banyak duri dan jebakan yang tak bisa kuhindari. Namun aku bertahan karenamu karena kamu mendampingiku, memapahku untuk bangkit menuju cahaya. Kau begitu sabar dalam menangani langkahku yang terus tertatih. Kau balut setiap goresan luka dan memar dalam hidupku. Kau bawaku menuju jalan yang lebih terang dan mudah kulalui tanpa harus terjatuh. Ya aku tak pernah terjatuh karena dirimu yang selalu sabar disisiku. Namun kini seolah aku kehilangan tongkat penyanggaku, seolah aku buta lagi. Dan masuk jauh ke jalan yang lebih gelap. Kau pergi meninggalkanku yang baru saja belajar berjalan dan menatap dunia dari cernmin yang kau ajarkan. Tapin sekrang semua seolah direnggut secara paksa dariku. Cerminku telah pecah begitu saja dan cahaya terng tak lagi menyinariu. Aku terjauh jatuh dan kesakitan…….kamun ada dimana hyun…. Aku membutuhkanmu…. Aku tak ingin hidup seperti ini. Sendiri dalam dunia yang kejam.. aku ingin bersamamu……

0 komentar:

Posting Komentar

ending

Terima kasih!!