Pages

Subscribe:

kamera

Sabtu, 03 Januari 2015

HIGH QUALITY JOMBLO

Perintah untuk menikah hanya untuk yang mereka yang sudah mencapai ba’ah, itu pedomannya. Gimana dengan kamu sob? Sudah punya kemampuankah? Yuk cermati lagi apa pesan Nabi. “Wahai para pemuda, barang siapa diantara kamu yang telah mencapai ba’ah (kemampuan), maka menikahlah. Karena hal itu dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, hendaklah ia melaksanakan puasa karena puasa itu mejadi benteng bagi dirinya.”
Nah loh terus gimana nih kalo belum mampu?

Mendingan Ngejomblo Aja!
Bagi seorang muslim, bila belum mampu menikah maka lebih terhormat  bila kamu memilih menjadi jomblo. Ini lebih mulia daripada kamu pacaran, status in relationship enggak jelas. Tapi jomblonya ini bukan sembarang jomblo loh, jadilah jomblo ideologis, yaitu jomblo yang dipertahankan karena pilihan dan kesadaran. Pilihan untuk lebih menjaga iman dan kesadaran akan kebersamaan Allah (maiyyatullah). Seorang pemuda-pemudi muslim itu jomblonya bukanlah sebuah apologi karena enggak laku-laku, tapi karena kamu memilih untuk lebih mencintai Allah. Dengan prioritas cinta pada Allah, kamu enggak bakalan mau melanggar aturan-Nya.
                Istilah kerennya, High Quality Jomblo atau Jomblo Berkualitas Tinggi. Sebenernya banyak yang ngincer, tapi iman menjaga di jalan yang bener. Dengan kualifikasi syakhsiyah islamiyah (kepribadian islami), kamu bisa berjalan di depan orang dengan kepala tegak, tanpa takut  malu. Kamu percaya diri karena jomblomu hanyalah sementara sambil menyiapkan bekal terbaik menuju ikatan suci.
                Jomblo tipe ini jauh berbeda dengan mereka yang menjomblo karena terpaksa. Mereka menjomblo karena memang belum menemukan tambatan “nafsu”-nya (baca: bukan tambatan cinta). Bisa jadi karena tampang kurang mendukung, kantong tipis, otak pas-pasan, atau mungkin karena enggak punya bargaining position sama sekali. Atau mungkin juga mereka udah punya kelebihan, udah niat mau pacaran, tapi belum nguasai the art of gombal. Atau bisa jadi mereka sedang berusaha terus-menerus menjaring mangsa lewat tebar pesona kepada yang didamba.
                Nah tapi perlu dicatet bukan berarti seorang High Quality Jomblo itu enggak bisa jatuh cinta. Ya mereka ini sama seperti anak muda yang lainnya, mereka juga bisa jath cinta tapi beda cara mengelolanya. Saya harus angkat topi buat Nadhira Arini Nur Imamah, putri motivator Makelar Rezeki, Jamil Azzaini, yang kini sedang menuntut ilmu di Belanda. Sebagai muslimah, Dhira –sapaan akrabnya- kerap tampil gaul dan stylish , tapi tetap memegang erat konsistensi menjaga hijabnya. Ia memproteksi diri semaksimal mungkin biar enggak terjerumus ke belantara pacaran. Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya, rasanya enggak mungkin ada cowok yang lancang menolaknya. Mungkin sekarang pun enggak sedikit yang menaruh hati kepadanya. Yuk kita simak sepotong catatan hati Dhira yang ditulis di blog pribadinya.
                Buat gue yang ga mau pacaran, ketika gue suka sama seseorang adalah suatu cobaan yang cukup berat, karena gue ga bisa sembarangan bilang, “hey, gue suka sama elo. Mau jadian sama gue ga?”. Jadi yang bisa gue lakukan adalah menahan perasaan ini dalam hati, berusaha mati-matian bersikap biasa aja ketika dia ada, menahan pandangan supaya ga terus-terusan kebablasan ngeliatin seseorang yang belum halal, berulang-ulang istighfar dalam hati untuk mengusir setan yang terus menggonggong keras untuk menggoda gue karena terus mencium ‘aroma’ dia disana sini. “Guk, guk, Dhira dia ada disana. Guk guk, liat deh dia keren banget hari ini. Guk guk, yaampun Dhir... kamu ga mau ngeliat senyumnya walau sekilas? Rugi loh!” Devils are always barking like a hyperactive dog.
                Cobaan berikutnya, ketika mereka ga berhasil ngegoda gue adalah menggoda dengan cara licik yaitu dihubung-hubungkan dengan agama. “Dhir, denger ga tadi. Dia baca Al-Qur’an loh, suaranya bagus ya? Cocok tuh jadi imam shalat tiap hari, bayangin coba!”. Berusaha mati-matian buat ga ngebayangin, para syaiton-syaiton ini ga keabisan akal. “Ga usah bayangin kamu pacaran sama dia, bayangin aja kalo dia jadi suami kamu. Susah seneng bareng, ada yang merhatiin kamu, ada yang ngejagain kamu, di rumah nanti ga sendirian, bayangin coba bayangin. Pasti asyik banget kan?”
                Parah. Ngebayangin pacaran aja udah dosa ini mereka malah nyuruh gue bayangin kalo dia jadi suami gue. Ini salah banget. Ini lebih bahaya dibandingkan bayangin kalo gue ama dia pacaran. Kalo gue masih nolak buat ngebayangin, mereka membisikkan sesuatu seolah-olah ngebayangin hal itu adalah suatu hal yang benar dalam agama. “Kan ini bayanginnya nikah sama dia. Yang ga boleh itu bayangin kamu sama dia pacaran. Pacaran kan dosa, nikah itu justru berpahala kan? Jadi pasti bolehlah bayangin kamu suatu saat nikah sama dia, tinggal serumah sama dia....”
                Menurut gue ini adalah cara licik mahadahsyat iblis dan cucu-cucunya menggoda para manusia yang memutuskan ga mau pacaran. Oke gue ga pacaran, tapi ngebayangin gue seolah-olah sudah menikah dengan dia sang lelaki idaman adalah suatu hal yang salah total. Gue akuin ge sering kalah dalam hal godaan yang satu ini. Tapi Allah selalu ngingetin gue kalau itu salah. Kata hati gue menolak, terus ngingetin bolak balik, “Dhira itu salah, Istighfar, buruan istighfar”. kemudian gue berakhir di atas sajadah, menangis sejadi-jadinya, mengadu sama Allah. “Setan-setan itu jahat, Ya Allah tolong lindungi aku ..”
                Nah makanya ayo segera berhijrah menjadi jomblo ideologis. Berhenti aja deh dari hubungan bullshit bernama pacaran, selagi kamu belum terjerat dalam akad palsu dalam pacaran, sebelum kamu bersusah payah mikir strategi untuk ‘nembak’ si dia. Putar baliklah, itu semua wasting time. Padahal kata Hasan Al-Banna, Al-wajibatu aktsaru minal auqat, kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia. Sepuluh menit saja sangat berharga, apalagi berjam-jam yang kamu habiskan untuk pacaran yang sia-sia.
                Seorang jomblo berkualitas memahami bahwa masa muda hanya sekali dan waktunya sangat singkat. Tanpa terasa ia akan segera berlalu meninggalkan kita dan takkan kembali lagi. Masa muda inilah momentumnya untuk berkarya, mengukir tinta emas sejarah dengan prestasi yang membanggakan orang tua, agama dan negaranya.
                Seorang jomblo yang berkelas akan menyibukkan diri dalam ikhtiar memperbaiki diri. Harapannya ia dapat menjadi pribadi berkualifikasi tinggi yang memiliki salimul aqidah (aqidah yang bersih), shahihul ibadah (ibadah yang benar), matinul khuluq (akhlak yang kokoh), qawiyyul jismi (jasmani yang kokoh), mutsaqqoful fikr (wawasan yang luas), haritsun ala waqtihi (tertata waktunya), munazzam fil syunihi (teratur urusannya), qadirun alal kasbi (mandiri finansialnya), dan nafiun li ghairihi (bermanfaat bagi orang lain). Dengan segala kebaikan ini, malaikat akan mendo’akan dan Allah berikan tempat yang istimewa di Padang Mahsyar kelak. Dengan kualifikasi ini pula langkah menuju nikah akan semakin mudah, dipandu cahaya hidayah. Insya Allah.
                Gimana? Masih mau berkubang maksiat dalam topeng pacaran? Atau udah lebih milih tertarik jadi jomblo ideologis berkualitas tinggi? Hoho mari kita lanjut menuju bahasan tujuh kebiasaan jomblo ideologis yang efektif. Efektif menangkal godaan sekaligus efektif membuat status jomblo kamu enggak lama-lama dan enggak sampe kadaluwarsa. Hehe...

7 Kebiasaan Jomblo yang Efektif
1.       Memperbanyak Amal Saleh
Iman seseorang itu fluktuatif, naik turunnya itu karena amalan. Bila hendak beroleh iman yang teguh maka perbanyaklah amal shalih. Inilah rumusan sederhana untuk menjadi orang baik. Jangan pernah kamu biarkan waktu luangmu kosong tanpa aktivitas. Isilah ia dengan kebaikan penuhilah ia dengan kegiatan-kegiatan positif. Apalagi bagi seorang jomblo, ada waktu sedikit saja kamu pasti jatuh dalam lamunan. Dan kalau sudah melamun maka enggak ada yang menjamin pikiranmu tetap bersih. Setan selalu memantau keadaanmu, kalau kamu sedang mengkhayal begitu, ia pasti akan merasukimu, memasukkan pikiran-pikiran negatif. Sebelumnya kamu mungkin enggak pernah mikirin seputar lawan jenis, tapi begitu kamu mulai melamun, setan akan mulai melepaskan panah-panah beracunnya. Sedikit aja kamu memandang teman perempuanmu, bayang-bayangnya akan langsung didesain agar rajin melintas di pikiranmu. Sehingga dapat bolak-balik melintas dan mencoba menggoyahkan keistiqamahanmu menjadi jomblo berkualitas.
Maka beramal shalihlah walau di waktu luang yang sedikit. Meski di saat menunggu di dalam angkutan umum, di sela-sela kegiatan, isilah dengan amal ketaatan, bisa membaca buku, tilawah Al-Qur’an, berdakwah, berzikir, dan berdo’a. Daripada setan yang mengisinya dengan maksiat, mendingan nambah koleksi pahala kan? Sudah banyak pengalaman teman-teman yang menjadi futur, menjadi goyah komitmen keislamannya gara-gara membiarkan waktunya kosong.
Lebih dari itu, seorang muslim harus mendesain waktunya secara apik. Kumandang adzan sebenarnya mengajarkan kita untuk disiplin waktu. Dari shubuh ke isya kita harus sudah punya agenda harian. Apakah ke sekolah, kampus, kantor, menghadiri pengajian, bermain futsal, kursus bahasa asing, mengajar mengaji, kumpul keluarga, mengunjungi teman, rapat organisasi dan sebagainya. Termasuk jadwal istirahat, shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, membaca buku, mesti direncanakan. Sebaiknya enggak ada waktu yang dibiarkan kosong, setting-lah kegiatan untuk mengisinya.
Malu dong sama Abou Diaby, pemain sepakbola berkewarganegaraan Prancis yang merumput di Arsenal ini hafal Al-Qur’an sampe 19 juz loh. Di Amerika ada lagi remaja muslim yang fenomenal, namanya Fatih Seferagic. Usianya masih delapan belas tahun, tapi bacaan Al-Qur’annya syahdu. Maklum, sejak usia sembilan tahun doi sudah jadi hafiz Qur’an. Remaja tampan yang juga cerdas itu kini aktif sebagai ketua Remaja Masjid Syaikh Yasir Birjas di Dallas, Texas. Di samping itu, ia juga menjadi redaktur situs Muslim Youth Musing. Mereka yang tinggal di negara hedon aja tetap bisa beramal, seharusnya kita bisa lebih baik lagi dong.
Bagi seorang pelajar dan mahasiswa, mengikuti organisasi sangat efektif untuk memanfaatkan waktu dengan baik. Aktivitas hidup jadi padat, pulang sekolah atau ngampus, biasanya selalu ada agenda rapat. Kadang-kadang harus mempersiapkan acara pelatihan atau seminar. Di akhir pekan pun dijamin enggak nganggur, karena sesaknya program. Alhamdulillah, godaan-godaan pacaran bisa lebih mudah disingkirkan.
Nggak sedikit teman-teman kita gara=gara enggak punya kegiatan, lantas terpengaruh pergaulan yang enggak bener. Ada yang jatuh ke rokok, miras dan narkoba. Ada juga yang jadi pecandu game online atau internet freak. Termasuk yang pacaran, mayoritasnya gara-gara waktu luangnya berhasil disabotase setan.

2.       Rajin Puasa Sunnah
Inilah resep Nabi bila kamu belum mampu menikah. Yup, jurus ini dijamin ampuh untuk –bahasa hadisnya- menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Saat puasa, hal-hal yang mubah seperti makan dan minum saja dilarang, apalagi yang haram. Lebih enggak boleh dong.
                Selain itu, puasa adalah ibadah yang sangat privat. Cuma kamu dan Allah saja yang tahu. Kamu bisa aja curi-curi waktu untuk makan diam-diam tanpa diketahui orang lain. Tapi buat apa? Mendingan enggak usah puasa sekalian kan? Maka memang ibadah shaum ini betul-betul melatih ketaatan dan kesabaran kita. Beda kan sama shalat. Kita enggak bisa ngaku-ngaku rajin shalat kalau enggak kelihatan orang lain nongol di masjid. Tapi kita bisa aja ngaku puasa walaupun sebenarnya enggak, asalkan enggak kelihatan makan di depan oranh lain.
Makanya, jika kita bersungguh-sungguh menjalankan puasa dijamin deh nggak bakalan sempat mata jelalatan mandangin lawan jenis yang bukan mahram. Malahan kita jadi rajin menambah ibadah-ibadah lainnya. Ya kan?
Satu nilai plus lagi, saat berbuka puasa merupakan salah satu waktu yang paling tepat untuk berdo’a. Peluang keinginan kamu dikabulkan Allah lebih gede. Lebih mustajab.
                Rugi deh seorang jomblo kalo nggak puasa sunnah. Emang sih enggak wajib, tapi ini dianjurkan, lebih disenangi dan lebih afdhal. Kamu bisa memilih puasa sunnah yang kamu suka. Yang paling ngetren sih puasa senin kamis. Ada pula puasa ayyamul bidh yaitu puasa yang dilaksanakan pada pertengahan bulan qamariah. Tepatnya pada tanggal 13,14, dan 15 setiap bulannya. Kalau kamu sangggup, ada juga puasa selang-seling sehari. Namanya puasa Nabi Daud. Semuanya membawa manfaat baru buat kamu. Coba deh mulai dari besok!

3.       Mempercantik Akhlak Diri
“Tiadakah engkau perhatikan bagaimana Allah telah membuat suatu perumpamaan. Kalimat yang baik umpama pohon yang baik. Akarnya teguh dan cabangnya sampai ke langit. Ia memberikan buahnya di tiap musim dengan izin Rabbnya” demikian firman Allah dalam surah Ibrahim ayat 24-25.
Ya, iman seorang muslim itu seperti pohon. Ada aqidah, keyakinan yang menghujam kuat ke dalam dada, berakar dan bersembunyi di hati. Namun, ia juga eksis memengaruhi raga. Memunculkan ibadah yang dirasakan orang lain dalam bentuk kemanfaatan. Akhlak terpuji seorang muslim adalah yang membawa manfaat bagi sekelilingnya. Khairunnas anfauhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Hasan Al-Banna mengajak kita untuk mencermati filosofi pohon mangga. Walaupun dilempari batu, ia tetap memberikan ranum buah yang semerbak lagi manis. Beginilah seharusnya seorang muslim. Diamnya bermanfaat apalagi bicaranya. Senyumnya manfaat, geraknya manfaat, semua langkahnya manfaat.
Seorang yang akhlaknya bai tentu akan disenangi orang lain. Enggak ada teman yang merasa dijadikan musuh. Enggak ada tetangga yang merasa terganggu oleh lisan kita. Justru orang-orang menantikan kehadiran kita. Seolah diskusi enggak hangat tanpa kehadiran kita. Seakan obrolan santai enggak seru tanpa candaan kita. Masya Allah...
Bayangkan wahai para jomblo, jika kesejatian karakter ini sudah kita gapai dengan sibghah-Nya. Semua tingkah laku kita ngikutin aturan main dari Allah. Belajar etika seperti yang dicontohkan Rasulullah. Menjaga hati dan pandangan lebih mudah, melangkah untuk menikah pun enggak payah. Dengan akhlakul karimah, banyak ayah-bunda meminta kamu jadi menantunya. “celupan warna Allah. Dan siapakah yang lebih baik celupan warnanya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya lah kami menyembah” (Q.S Al-Baqarah: 138)

4.       Rutinkan Dhuha dan Tahajud
Dhuha dan Tahajud memang istimewa. Memang masing-masing ibadah punya keutamaan, tapi yang dua ini berbeda. Khususnya buat para jomblo ideologis yang menaruh harap untuk masa depannya. Dua shalat nafilah ini recommended banget deh!
                Shalat Dhuha yang dilaksanakan saat matahari sudah naik sepenggalah hingga jelang matahri tergelincir ini disebut-sebut sebagain shalatnya “orang kaya”. Ini sih istilahnya para motivator bisnis. Kadang mereka sebut juga “shalatnya para pengusaha”. Enggak salah kok. Banyak informasi dari Nabi yang menjelaskan keutamaan Shalat Dhuha ini.
                Dari Buraidah, Rasulullah SAW bersabda, “dalam tubuh manusia itu ada tiga ratus enam puluh ruas tulang. Ia harus dikeluarkan sedekahnya untuk tiap ruas tulang tersebut.” Para sahabat bertanya, “siapalah yang mampu melaksanakan itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dahak yang ada di masjid lalu pendam ke tanah dan membuang suatu gangguan dari jalan, maka itu berarti sebuah sedekah. Akan tetapi jika kamu tidak mampu melakukan itu semua cukuplah engkau mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha” (HR Ahmad dan Abu Daud)
                Wow dahsyat bukan? Mengerjakan dua rakaat shalat saja sama nilainya dengan tiga ratus enam puluh kali sedekah. Padahal kata Nabi, Dhuha ini bisa dikerjakan sampai dua belas rakaat loh. Ada satu hadits lagi nih biar kita lebih giat lagi shalat Dhuha nya. Diriwayatkan Ahmad, Abu Daud dan Nasa’i dari Nuaim Al-Ghaftani, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, “Wahai anak adam, kerjakanlah shalat empat rakaat pada permulaan siang (Dhuha) untukku, niscaya akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.”
                Next, kita ke shalat Tahajud atau kadang-kadang juga disebut qiyamullail artinya menegakkan malam. Ya, karena kamu bersimpuh untuk sujud kepada-Nya saat manusia lainnya terlelap dalam mimpi indahnya. Para ulama mengatakan bahwa Tahajud ampuh untuk menjadi amunisi jiwa untuk menghadapi penatnya dunia. Penyakit jiwa seperti rasa frustasi dan stress bisa diobati dengan Tahajud.
                Secara medis pun sejumlah penelitian menyatakan Tahajud bermanfaat untuk kesehatan fisik. Bahkan ada yang menerapkan terapi shalat Tahajud untuk penyakit kronis seperti jantung dan kanker. Alhamdulillah dengan izin-Nya bisa sembuh!
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra ayat 79, “ Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”
                Percaya deh, bagi jomblo Dhuha dan tahajud adalah bekal yang meneguhkan hati biar enggak mudah tergoda. Dan yang terpenting, dengan shalat sunnah ini kita bisa menambah kualitas diri untuk menjadi muslim-muslimah yang saleh-salehah. Kalau sudah begini, saat Allah telah beri kemampuan, insya Allah Dia akan beri kamu jodoh yang sama salihnya. Amiin...

5.       Kerja Keras Mengejar Rezeki
Mumpung masih jomblo, bergegaslah mengejar rezeki. Sungguh, rezeki-Nya berlimpahan di muka bumi. Tinggal butuh sedikit usaha untuk meraih. Dan inilah warisan yang patut diteladani dari Nabi. Beliau sudah jadi pedagang sejak usia 12 tahun dan menjadi pengusaha selama 25 tahun. Bisnisnya juga bukan sembarangan tapi mencakup ekspor ke luar negeri. Mulai dari Yaman, Iraq, Suriah, Yordania dan Bahrain. Mas kawinnya aja puluhan ekor unta. Untuk jihadnya, ia punya pilihan yang paling mahal dan berkualitas, Al-Qashwa namanya.
                                Sahabat Umar bin Khattab enggak kalah dahsyat. Ia mewariskan tujuh puluh ribu properti senilai triliyunan rupiah, begitupun dengan Utsman bin Affan yang warisan propertinya sepanjang wilayah Aris dan Khaibar. Masya Allah. Luar biasanya semua kekayaan ini mereka gunakan untuk ibadah, dakwah, dan jihad. Hidup mereka tetap sederhana, zuhud terhadap dunia dan wara’ terhadap sumbernya. Subhanallah.
                                Di Toronto, Kanada, ada seorang muslim yang kini sudah jadi miliarder. Haroon Mirza namanya. Bisnisnya meroket karena software ciptaannya. Ya, ia seorang ahli IT. Di negara tetangganya, ada Kareem Salamah, yang sukses menjadi penyanyi country ternama. Lelaki keturunan Oklahoma ini menuai pundi dari karyanya.
                                Beginilah idealnya jomblo ideologis. Kondisi belum mampu menikah membuatmu terpacu untuk mencapai tingkat kemampuan itu. Bila masih sekolah atau masih kuliah, bisa dimulai dari belajar bisnis kecil-kecilan. Ciptakanlah ide-ide kreatif. Kecil-kecil jadi pengusaha dulu, syukur-syukur bisa jadi “kecil-kecil jadi manten”. Hehe...
                                Kalau belum memungkinkan bisnis, maka bisa jadi karyawan terlebih dahulu. Kerja part-time di restoran atau toko kelontong. Banyak tuh lowongannya. Bagi yang senang mengajar, bimbingan belajar juga semakin menjamur, semakin membutuhkan guru-guru cerdas yang berkarakter. Dengan memulai bekerja ini, minimal portofolio kita itu bertambah. Pengalaman itu enggak ternilai loh...
                                Memang cerita-cerita ini terkesan melangit, tapi begitulah seorang muslim memelihara harapannya dengan optimisme. Yang penting ada target dan rencana. Lalu kamu action saja. Soal hasil biar Allah yang memutuskan. Enggak usah berharap langsung jadi. Kan sukses itu gak instan. Allah ingin kmu menikmati prosesnya. Ikhtiarnya...
                                Insya Allah kesibukan mencari rezeki –di samping menuntut ilmu- akan membuat hari-harimu penuh akan amal salih. Secara perlahan pula, persiapan finansialmu untuk menikah semakin matang, semakin tebal. Eitss, jangan-jangan udah ada yang ngelirik kamu tuh! Hati-hati jaga hati ya!

6.       Olahraga Kuatkan Jasmani
Bagi seorang jomblo, olahraga adalah pelarian yang tepat. Olahraga membuat waktu kita enggak terbuang begitu saja. Ada banyak manfaat yang diperoleh. Pertama, kamu enggak bakalan sempat mikirin maksiat. Energi kamu sudah habis untuk hal-hal positif. Hormon kamu pun mengalir “sesuia peruntukkannya”. Dua, kamu menjadi sehat. Fiikmu menjadi kuat. Insya Allah, ini akan menjadi modal awal nanti saat kamu memutuskan untuk menikah. Ketiga, olahraga juga bisa mendatangkan pahala. Gimana bisa? Ya bisa aja. Jika kamu pernah membaca buku-buku sirah nabawiyah kamu akan mendapati beberapa cabang olahraga yang dianjurkan Nabi. Tiga yang paling sering disebut adalah memanah, berkuda dan berenang. Mujahid yang turut membersamai Nabi dianjurkan olahraga.
Di zaman sekarang, enggak sembarang orang yang rutin olahraga beginian kan? Padahal ini sunnah loh. Oke deh memanah dan berkuda mungkin cuma bisa sesekali. Lah kalau berenang gimana? Kamu udah bisa belum? Atau selalu kelelep kalau nyebur ke kolam? Hehe...
Di samping itu, dari sejumlah hadits, kemampuan dasar lain yang pantas dimiliki seorang muslim adalah berlari dan melempar. Minimal tiap weekend kamu bisa joggig keliling kampung atau di taman kota. Melempar masih jarang ya, paling banter sekarang ada mulai main bumerang. Eittsss melempar emang di anjurkan tapi jangan ngelempar pohon mangga tetangga aja yah. Hehe...
Terus, ada lagi gulat. Kalau sekarang macam-macam bela diri ya. Mulai dari karate, taekwondo, kempo atau yang made in Indonesia: pencak silat. Fungsinya sekarang kerasa banget ya. Apalagi saat kriminalitas semakin tinggi. Dimana-mana ada aja kejahatan, maka orang baik juga harus punya kemampuan bela diri. Samurah bin Jundub pernah protes kepada Nabi karena enggak terpilih dalam seleksi pasukan yang diberangkatkan perang. Alasannya, Nabi memasukan orang lain yang jika bergulat dengannya akan dikalahkannya. Lalu Nabi meminta pembuktian. Mereka pun bergulat. Samurah kemudian menang dan dimasukkan dalam pasukan.

7.       Dawamkan Dzikir Penenang Hati
Para jomblo emang paling rentan galau. Liat orang jalan berduaan, jadi ngiri dan mupeng. Enggak sengaja natap suami-istri boncengan sepeda motor juga bikin hati berdenyut-denyut. Apalagi kalau liat temen udah ada yang menimang bayi. Ih, ngegemesin banget, imut-imut deh! Ditambah lagi orang-orang sekarang pada rajin update status romantis-romantisan di facebook. Waduh, gimana kagak pusing ya.
Santai, jangan terlalu khawatir Bro en Sis. Itu sih lumrah. Wajar aja hati kamu terombang-ambing sebentar. Namanya juga manusia. Ketika punya harapan yang belum menemukan kenyataan, itu namanya masalah. Masalah ini yang bikin galau. Cuma, bagi seorang muslim galau itu enggak boleh lama-lama. Apalagi bila galaunya silau akan lawan jenis. Kudu cepat-cepat istighfar sebelum jiwa kamu dikendalikan nafsu.
Dalam sebuah kajian rutin Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh yang di gelar di aula Masjid Agung Al-Makmur, Lampriet, Banda Aceh, pada 30 April 2013 lalu, ada pesan menarik dari seorang ustadz. Katanya, dalam Al-Qur’an ada ayat yang berbunyi, “inna kaidasy-syaithani kaana dha’ifa” yang artinya makar atau tipu daya setan (dari jenis jin atau manusia) adalah lemah. Sedangkan dalam surah Yusuf ayat 28, Allah berfirman, “inna kaidakunna ‘adzim” yang artinya “sesungguhnya tipu daya wanita benar-benar hebat”
“Tipu daya setan lemah, tipu daya wanita kuat! Setan sadar ia lemah. Oleh karena itu ia memanfaatkan wanita untuk menghancurkan pria. Oleh karena itu pula jangan heran ketika kita melihat, membaca, mendengar banyak lelaki yang hancur karena wanita. Bukankah Nabi Adam tidak mempan ketika dibujuk oleh iblis untuk makan buah khuldi? Bukankah iblis baru berhasil ketika membujuk lewat Siti Hawa?” terang beliau.
Saya terenyak ketika memahami penjelasan ini. Begitu dahsyatnya godaan bagi para jomblo. Yang sudah menikah saja bisa tergoda, apalagi para jomblo yang belum punya pelabuhan hati. So, zikir memang jadi penawar kegalauan yang paling manjur. “yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” (Q.S Ar-Ra’d: 28)

Tuh kan? Ayo para jomblo, berzikirlah! Bisa dengan lisan, bisa juga dengan hati. Lafazkanlah tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir. Bacalah ayat-ayat-Nya. Untuk kepraktisan, kamu bisa membaca zikir Al-Ma’tsurat. Bukunya mungil. Isinya kumpulan zikir yang dicontohkan Nabi di pagi dan Sore hari. Disusun oleh Hasan Al-Banna untuk memudahkan kita. Cobain deh, berzikirlah disaat berdiri, duduk, dan berbaring. Berzikirlah kapan saja dan dimana saja. Insya Allah kegalauan akan beranjak pergi dan ketenangan pun segera menyelimuti hati.

Dikutip dari buku Married Because of Allah
karangan Anugrah Roby Syahputra

0 komentar:

Posting Komentar

ending

Terima kasih!!